Sudah lebih dari dua tahun sejak saya terakhir kali menulis sesuatu di blog ini. Kabar terbaru dari saya adalah: saya tinggal sementara di negeri orang. Yah, akhirnya semua perjalanan untuk mengurus Paspor RI dan mengurus Visa pelajar ke Perancis itu sudah saya lalui dan tengah Desember 2008, saya berangkat untuk pertama kalinya meninggalkan tanah airku tercinta Indonesia dan pertama kalinya saya naik pesawat.
Sudah tiga ulangtahun saya rayakan di negeri anggur dan keju ini. Bukan berarti saya sudah tinggal tiga tahun disini lho… ulangtahun saya jatuh pada bulan Desember dan empat hari setelah saya tiba di negeri ini, saya merayakan ulangtahun saya yang ke duapuluh lima.
Dalam dua tahun tidak sedikit peristiwa besar terjadi dalam perjalanan saya ini. Mungkin bagi yang pernah mendengar tentang Au-Pair akan sangat familiar dengan kejadian-kejadian yang saya alami. Mulai dari ketidakcocokkan dengan host family dan akhirnya terpaksa harus meninggalkan rumah host family dan terluntang-lantung mencari tempat berteduh sementara kepala dipenuhi kekuatiran tentang status legal/tidak legal di negara ini. Lalu ditimpa masalah keuangan dan ketakutan untuk pulang ke negeri tercinta. Sepertinya mimpi-mimpi yang sempat dipintal sebelum berangkat ke negeri impian ini luruh tenggelam diguyur oleh kenyataan.
Semua itu sudah dan terus saya alami. Saya tidak lagi berstatus Au-Pair di negeri Sarko ini. Saya tidak lagi harus menahan emosi karena menghadapi bocah yang tidak mau menurut. Tapi saya tetap harus menghadapi masalah keuangan, tempat tinggal dan masa depan yang sepertinya belum jelas akan seperti apa wujudnya.
Untuk sementara ini, saya berstatus mahasiswa Strata 1 di salah satu universitas negeri di wilayah kota Paris, Perancis. Yah, saya tahu bahwa untuk umur saya, termasuk telat untuk mengejar gelar sarjana sementara teman-teman yang lain sedang mengejar karir dan pelaminan bahkan keturunan. Tapi ini adalah bagian dari perjalanan hidup saya, yang tentunya tidak sama dengan kehidupan tetangga saya bahkan saudara kandung saya apalagi dengan teman-teman saya. Saya percaya bahwa setiap dari kita memiliki jalan hidup masing-masing dan pelajaran yang harus ditempuh.
This is why: Life will never be boring and one can not judge other’s life as a banal one.
*BISOUS*
